Benarkah Dengan Berpacaran Pretasi Kamu Bisa Melejit ?

Terkadang saya merasa heran mengapa anak-anak sekarang itu ngobrolnya pacaran terus ya ? tapi ketika melihat kenyataan memang benar ini adalah sebuah zaman dimana TV menjadi salah satu dampak terbesar untuk mengubah sikap dan prilaku anak-anak sekarang. bayangin aja ya, tontonan yang ada di Tv itu lebih banyak tentang percintaan dibanding tontonan yang berbobot lainnya. Maka tak heran jika saat ini anak-anak lebih banyak yang terkena virus TV.

Sebagai pelampiasannya, biasanya anak-anak yang terkena viru ini langsung membuat sebuah postingan atau apalah itu yang menyatakan kalau dirinya sedang jatuh cinta. aiiii.. parah bangat kan. sampe-sampe ada juga yang kelewatan memasang photo seronok yang tidak layak ditonton oleh orang banyak.

Berkaca dari kebiasaan anak muda sekarang, sepertinya mereka harus disadarkan dengan cara yang aneh. soalnya sulit banget untuk merubah kebiasaan yang suka pacaran menjadi orang yang tidak suka pacaran. Bagi mereka - mereka yang sudah sering diputusin mungkin agak sedikit kapok ya.

Tapi benarkah orang yang sering pacaran prestasinya dapat melejit tinggi ? kalau saya ditanya dengan pertanyaan seperti itu maka jawaban Omong Kosong Pacaran Dapat Melejitkan Prestasi. Pretasi dari hongkong, lha kalau sudah terjangkit virus ini belajar jadi malas, semangat belajar berkurang, fokus belajar bukan pada materi yang diajarkan tapi pada si Do'i dan rajin datang ke sekolah karena itu pun karena si Do'i adik tingkat atau teman satu kelas. Ah parahhhh

Gk ada penelitian ilimiah yang mengatakan pacaran ada manfaat, beneran deh. gk usah pacaran. Solusi dari bapak buat kamu mendingan putusin sebelum nanti terjadi hal-hal yang merugikan masa depan kamu. Apa itu ? coba pikir aja lah. gk enak juga kan kalau saya jelaskan disini.

Orang tua mu itu sebenarnya jijik lihat kamu pacaran, tapi mungkin beliau terlalu sibuk mencari nafkah buat nyenengin kamu. Kamu nya aja yang gk sadar2. Gk percaya kalau orang tua mu itu jijik lihat kamu pacaran ? coba kamu tanya aja langsung ke beliau. klw gk percaya, ntr kalau kamu dah jadi orang tua, terus anak mu pacaran. nah gimana coba reaksi mu ? gk mungkin lah kamu setuju dengan apa yang dilakukan oleh anak mu.


Related Posts:

Tuliskan Cita-Cita Mu, Nanti Kamu Lupa

Setiap manusia pasti punya cita-cita, mustahil ada seseorang yang tidak punya cita-cita. Mulai dari hal-hal yang sangat sederhana hingga sesuatu yang mungkin belum sama sekali ia pernah dapatkan. Bercerita tentang cita-cita, sejak duduk di bangku SMK cita-cita sudah tertaman kuat didalam diri ini. Seperti kepingin jadi A,B,C dan lain-lain. Ketika itu cita-cita hanya sebuah angan-angan yang ada dikepala. Tak pernah tertulis dan jelas, hanya sebatas ingatan. Tapi walaupun begitu cita-cita itu kesampaian juga. Tidak banyak memang, tapi cukup untuk menjadi bukti bagi diri sendiri kalau cita-cita itu penting.

Resolusi Tahunan Saya Di Tahun 2016

Lain hal nya ketika kuliah, inspirasi datang dari banyak orang yang membuktikan bahwa dengan menulis cita-cita, kita akan mudah menggapainya. Walupun memang ada yang prosesnya cepat, lambat dan bahkan mungkin ada yang sampai sekarang belum kesampaian. Sejak saat itulah saya mulai untuk memberanikan menuliskan cita-cita tentang apa yang harus saya dapatkan ketika kuliah. Agak malu memang, tapi ada alternatif yang saya gunakan saat itu yaitu menulisnya dibuku diary dengan harapan agar orang lain tidak bisa melihatnya. Kan malu kalau orang lain tahu, walaupun sebenarnya menurut dia itu sah-saha saja. Tapi menurut saya itu hal konyol.

Pernah dulu menuliskan sebuah mimpi didalam buku diary tentang target-target yang harus saya lakukan. Seperti contoh pada gambar dibawah, dimasa saat itu saya punya keinginan kuat untuk bisa mengikuti even perlombaan tingkat nasional dan internasioanl. Secara sederhana saya buat nama timnya, anggota timnya, Pilosofi logo dan lain-lain. Semuanya masih hayalan dan belum pernah merasakannya. Dengan begitu setiap kali saya membolak-balik buku diary akan terbaca tentang apa yang ingin saya lakukan. Dampaknya, otak ini terus diajak bagaimana caranya untuk mewujudkan cita-cita itu. Dan ternyata benar, hampir semua yang saya tulis dulu sekarang sudah menjadi kenyataan.

Resolusi yang saya tulis pada tahun 2012

Dan ini hasilnya pada tahun 2014, saya berhasil menjadi wakil Indonesia bersama teman-teman kampus yang lain di Filipina.

Shell Eco Marathon 2014

Tamat kuliah saya harus balik ke kampung halaman sebagai pengajar di SMK. Timbul rasa percaya diri yang kuat untuk coba menuangkan cita-cita saya selama 1 tahun kepada khalayak banyak, ya minimal bisa dilihat oleh keluarga saya. Dan yang saya lakukan, setelah saya mencorat-coret tentang hal apa saja yang harus saya capai pada tahun ini. Clear sudah corat-coretnya, lalau saya coba untuk mendesainnya sedinamis mungkin. Setelah didesain saya sengaja membeli bingkai dan langsung memasangnya. Sengaja saya tempel di dinding kamar pada posisi strategis agar dapat terbaca oleh semua orang yang masuk ke kamar saya.

Saya yakin orang tua, adik-adik saya pasti sudah membaca dengan detail akan rencana capaian saya tahun ini. Respon dari mereka belum ada, tapi saya yakin hal ini dapat mempengaruhi mindset mereka. Ya minimal gitulah







Related Posts:

Sendal Keramat Ku Yang Ambil Oleh Jaringan Pencuri Sandal

Kasih judul agak serem dikit, biar gimana gitu. Tapi intinya ini cerita tentang sandal bekas saya yang hilang hampir 5 kali dan setiap hilang pasti ketemu, walau akhirnya hilang juga. Ni sandal harganya gk seberapa sih, ya mungkin kisaran 100 ribu. Dari mereknya juga gk terkenal dibanding merek E***R. Saya sengaja gk beli merek tersebut karena sudah trauma, yang pertama sering hilang dan yang kedua rusaknya lama kali, jadi nanti gk beli-beli sendal. hehe

Jadi sendal saya dikejadian pertama tertukar dengan orang yang gk saya kenal dengan sendal merek E***R,  mungkin karena agak-agak mirip gitu ya. Bukan saya yang nukar tapi dianya, ketika itu saya pulang paling terakhir di acara tersebut ternyata yang tersisa hanya sendal itu. Mau gk mau akhirnya saya bawa pulang juga. Gk beberapa lama, saya ada acara kumpul-kumpul lagi dengan teman-teman. Karena kondisi sudah malam dan ngantuk jadi asal ambil aja. Eh ternyata sandal Merek E***R yang saya bawa ketika besok paginya kok berupa merek jadi merek AKASIA, merek sendal punya saya yang dulu. Agak kaget juga sih, dalam hati ohh mungkin itu sendal dia.

Dan ketika besoknya jumpa sama teman yang yang ketukaran tadi ternyata sendal dia bukan merek E***R, tapi mereknya sama dengan merek sendal saya. Dan ketika mau saya tukar, ternyata sendal E***R yang ketukaran sudah hilang juga. Ohh berarti sudah apes.

Dikejadian kedua, sendal saya bawa ke masjid untuk shalat Magrib. Ketika pulang ternyata sandal sudah lenyap. Gk tahu kemana rimbanya dan siapa yang sengaja mengambilnya. Beruntung, ada anak-anak yang tahu siapa yang sengaja mengambil sendal saya. Saya punya tim detektif yang lumayan jago untuk hal seperti ini, yaitu adik laki-laki saya. Berkat bantuan dia akhirnya sendal kembali kerumah.Yang mengambil ternyata anak-anak tetangga yang berjarak beberapa rumah dari saya. Setelah kejadian itu, ibu saya bilang dah jangan bawa sendal itu ke Masjid, nanti hilang lagi.

Sejak saat itu saya gk pernah lagi memakai sandal itu lagi ke masjid ketika ingin shalat. Tapi ya gitu, karena sandal dirumah kadang-kadang gk ada karena dipakai sama adik, akhirnya saya pakai lagi sandal keramat tersebut. Dan benar saja, ketika mau pulang hilang lagi sendal saya. Kalau dah seperti ini bisanya pulang shalat kaki ayam. Lagi-lagi tim detektif saya turunkan untuk melacak sandal saya. karena memang waktu itu tidak ada anak-anak yang melihat siapa yang sengaja mengambil sendal tersebut. Setelah 1 minggu berlalu, akhirnya detektif saya menemukan sandal saya (hebat kan adik saya). Informasi yang saya dapat dari adik saya, ternyata pencuri sandal yang pertama dan yang ini memang mempunyai jaringan yang lumayan besar. Bayangin aja mereka masih anak-anak, tapi sudah punya jaringan pencuri sandal. Hal ini diperkuat dengan peneruman hampir 1 karung sandal bekas dirumah mereka. Bahkan jaringan ini pernah ketangkap basah sedang mencuri sendal di rumah ibadah.

Sendal Punya adik ku yang kebetulan mirip seperti sendal saya

Karena memang sudah sering hilang dan ketemu kembali, sepertinya si sandal kepingin berpisah dengan saya. Eh ternyata benar, waktu jalan-jalan malam ke pesantren, saya pake sandal tersebut. Ketika mau pulang karena waktu sudah menunjukan jam 11 malam sandal pun lenyap. Entah kemana rimbanya, saya pun tak tahu. Akirnya hilang juga. :)

Semuanya hanya titipan,

Related Posts:

Akhirnya Saya Bisa Jadi Wakil Indonesia Juga

Pengalaman pahit gagal jadi wakil Indonesia di ajang Asean Skill Competition (ASC) tak menyurutkan niat ku untuk bisa merasakan kebanggaan jadi warga negara yang bisa mewakili Indonesia di ajang kompetisi tingkat Internasional. Tapi memang benar, ketika kita bisa mewakili negara Indonesia di ajang internasional itu rasanya gimana gitu, timbul rasa Nasionalisme yang sangat kuat. Bak ibarat pahlawan yang mau maju ke medan perang.

Memang dari dulu hobinya ikut kompetisi jadi waktu kuliah juga sulit untuk ditinggalkan. Searching sana-sini mengenai perlombaan yang sesuai bidang keahlian. Akhirnya pada tahun 2012 ada sebuah even tingkat nasional yang baru pertama kalinya dilaksanakan. Nama perlombaan tersebut yaitu Indonesia Energy Marathon Challenges (IEMC) kalau saya artikan ke bahasa Indonesia yang sederaha lebih kurang Lomba Mobil Hemat Energy tingkat Nasional. Saat itu yang menjadi penyelenggara temen-temen dari ITS. Dengan adanya kabar tersebut saya langsung membuat tim kecil-kecilan bersama teman-teman di kampus membuat konsep mobil yang akan kami buat. Akhirnya pada saat itu terbentuklah 1 tim dengan nama Team Cimahi.

Saat itu salah satu syarat pendaftarannya yaitu setiap tim harus mengirimkan desain kendaraan, desain kelistrikannya dan desain sistem bahan bakarnya. Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya tim kami dinyatakan lolos untuk mengikuti even tersebut. Dan kami berhak mendapatkan bantuan dana dari panitia sebesar 5 juta rupiah. Uang tersebut diberikan setelah hasil pengumuman pemenang.

Mobil yang saya buat ketika ikut IEMC

Related Posts:

Berwirausahalah, walau kamu terlambat kaya

Niat jadi seorang pedagang ataupun pengusaha tak pernah terbesit sedikitpun dalam pemikiran saya pada waktu dulu. Wajar demikian, karena memang saya lahir dari keluarga yang mayoritas sebagai pekerja. Tak sampai hitungan jari daftar keluarga yang jadi pengusaha. Oleh sebab itu yang ada dibenak pikiran setelah tamat sekolah harus bisa bekerja di industri yang benefit.

Nasib berkata beda, sejak masuk ke dunia perkuliahan semuanya berubah. Secara pelan- pelan mindset inipun seakan tidak menerima tentang apa yang dulu saya inginkan. Cita- cita jadi seorang pekerja berubah pelan- pelan menjadi bercita-cita sebagai seorang pengusaha. Saat itu memang saya berada disekeliling orang-orang yang mencari uang dengan berjualan, freelance dan lain-lain, intinya tak ada orang yang jadi pekerja.

Awal merintis usaha pernah saya lakukan ketika kuliah, walau tidak lama tapi sangat membekas hingga kini. Walau untung tidak terlalu besar pada saaat itu, tapi lumayan cukup untuk biaya sehari-hari dan kadang kalau lebih saya juga bisa mengirim uang untuk keluarga di kampung.

Usaha percetakan dirumah
Setelah tamat kuliah, dengan beberapa pertimbangan saya balik ke kampung dan menjadi seorang pegajar di SMK. Syukur dulu waktu kuliah mindset berwirausaha sudah mulai terbangun, dan ketika memulainya dengan yang baru sudah tidak canggung dan malu-malu. Usaha percetakan dirintis didalam rumah dengan modal 1 komputer, dan 2 printer canon dan epson. Walau diurus diluar wakru kerja alhamdulillah hampir riap hari ada yang dikerjakan, seperti cuci cetak photo, buat brosur, print tugas sekolah dan banyak lagi. Mengenai penghasilan, memang tidak banyak tapi sudah lumayan cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan mensekolahkan adik saya. 

Setelah berjalan hampir satu  tahun, akhirnya bisa membangun kios kecil-kecilan didepan rumah. Dengan ini saya coba untuk membangun mindset adik-adik saya tentang berwirausaha. Harapan terbesar saya, kelak semoga kedepan mengajar bukan dijadikan satu-satunya sumber penghasilan. 

Promo yang saya berikan bagi kamu-kamu yang mau nikah

Kalau kamu mau nikah tapi gak cukup modal untuk cetak undangan, ni saya ada promo buat kamu-kamu yang mau nikah. Cetak undangan tanpa DP, dibayar nanti kalau kamu dah selesai resepsi. Gampang kan ? :)

Related Posts:

Mimpi Kuliah Gratis Di Pulau Jawa Jadi Kenyataan

Jujur saja, dulu waktu SMK kalau ditanya cita-cita saya cuman 2. Yang pertama bisa langsung kerja di perusahaan dengan gaji yang layak dan kuliah di pulau Jawa kalau gratis. Memang benar, cita-cita adalah bara api yang selalu menjadi pemanas saat kondisi semangat lagi menurun. Cita-cita itu sangat kuat tertancap didalam diri ini, bahkan keyakinan itu sudah seperti kenyataan yang sudah menunggu di depan.

Selepas kelulusan SMK, ternyata benar saja. Saya sampai kelimpungan dan bingung milih kerja dimana. Bukan karena saya tidak diterima dan bingung nyari kerjaan , tapi hampir semua perusahaan yang saya masukin lamaran semuanya Ok meneriman saya sebagai Karyawan. Bahkan pernah di satu hari saya harus menghadiri Interview di 2 perusahaan yang berbeda dengan jam yang sama. Ohh tidak,, andai badan ini bisa dibelah dua mungkin saya akan santai menjalani ini. Ada 1 pertanyaan interview yang gk akan saya lupakan, ketika itu saya di interview oleh 2 orang petinggi perusahaan yaitu HRD dan Kepala Bengkel. Satu persatu peserta masuk dan keluar dengan wajah musam dan akhirnya sampailah giliran saya. Anehnya ni ketika giliran saya, eh mereka berdua tanya yang aneh-aneh dan gk nyambung dengan bidang saya. Diantaranya pertanyaan-pertanyaan yang masih saya inget yaitu Jul, seberapa sering kamu ibadah. Kamu kalau tanding menang terus, apa yang kamu lakukan ? dalam hati edan ni pertanyaan. gk nyambung babarblas... ya dengan santai saya jawab aja dengan apa adanya dan sejujurnya. Setelah 1 minggu saya ditelepon dan dinyatan lulus. Akhirnya berlabuh juga hati ini diperusahaan tersebut.

Setelah kerja beberapa bulan, saya mengikuti kompetisi lagi di bidang yang saya geluti. Entah kenapa kalau ikut kompetisi selalu menang. Dan lagi-lagi saya harus pergi kembali ke Jakarta dan jadi Wakil SUMUT di Ajang Nasional pada even Seleknas Asean Skill Kompetition. Nasib tak dapat ditolak, setelah mendapat peringkat 4 Nasional saya harus mengikuti training di Jakarta dan meninggalkan pekerjaan selama 1 tahun lamanya.

Singkat cerita masa trianing selama 1 tahun selesai dan saya gagal mewakili indonesia. Sedih campur aduk gk karuan. Tapi Alhadulillah seorang sahabat menawarkan saya beasiswa di sebuah politeknik di Bandung. Dan seakan tanpa halangan yang berat saya diterima sebagai mahasiswa Politeknik TEDC Bandung dan mendapat program beasiswa Unggulan dari Kemendikbud selama 4 tahun lamanya.

Sertifikat Beasiswa Unggulan Saya

Semua mimpi yang pernah saya inginkan satu persatu pun jadi kenyataan. Beranilah bermimpi besar, tak ada salahnya kita mempunyai cita-cita. Jangan pernah menyerah dengan kondisi yang ada, karena sesungguhnya keberhasilan dimuali dari kerja keras yang tidak mudah menyerah. Jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sampaikan cita-cita Mu dalam setiap doa dan hormatilah orang tua.


Related Posts:

Diantara 3 Peserta, Hanya 1 Yang Terseleksi Dan Itu Saya

Pengalaman dulu ketika ikut seleksi Asean Skill Kompetition (ASC) yang sangat unik dan menggelitik. Lha emangnya ceritanya gimana ?

Jadi dulu ketika sudah selesai mengikuti perlombaan LKS tingkat Nasional, saya iktu lagi dan terpilih sebagai wakil provinsi Sumatera Utara di ajang Seleksi Nasional Asean Skill Kompetition (ASC). Diajang SELEKNAS saya hanya mendapat juara 4 Nasional, tapi entah mengapa yang juara 1 ternyata mengundurkan diri. Sehingga yang berhak mengikuti masa training selama 1 tahun di jakarta yaitu yang juara 2,3 dan 4. Juara 2 Feri dari bandung, Juara 3 Agung dari jakarta dan juara 4 saya dari Medan. Tak pernah disangka-sangka ternyata saya masuk nominasi tersebut.

Syukur alhamdulillah bisa kesampaian jadi anak rantau di Jakarta selama 1 tahun. Belajar di Industri otomotif dan dikasih uang itu rasanya menyenangkan. Bayangkan, di tahun itu saya perbulan bisa dapat uang 3 juta. Belum lagi kalau 3 bulan sekali kami calon wakil Indonesia diajak outboun di bogor. Kalau mau balik kampung tinggal lapor, besok tiket pulang pergi sudah bisa diambil di kantor kementrian tenaga kerja. Mimpi pun saya belum pernah, karena dulu saya hidup di kampung dan sangat kuper.

Outboun dengan teman-teman seperjuangan 
Sekitar ada 6 ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek)  di Jakarta sebagai tempat kami mempelajari ilmu tentang otomotif. Banyak keuntungan yang bisa di dapat, mulai dari habbits setiap perusahaan yang berbeda-beda, kenalan dengan para ahli otomotif Indonesia dan yang bikin kepala pening yaitu banyaknya tawaran kerja disetiap indutri yang kami masuki. Sampe-sampe ada yang secara memaksa  seandainya kami sudah selesai program ini kami harus kerja di perusahaan tersebut. Oh begitu mudahnya pekerjaan yang selalu menunggu dan menghampiri kami.

Saat training di Toyota Astra Motor
Hari-hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu penguman 2 wakil Indonesia di bidang otomotif. Karena kami bertiga, berarti 1 harus gugur dan pulang kampung. Rasa was-was pun selalu menghampiri dan ketika pengumuman ternyata saya yang dinyatakan gagal untuk mewakili Indonesia. Sedih campur aduk jadi satu... cuman hanya ada satu kata saat itu, pak besok saya langsung pulang ke Medan. Lha abis mau ngapaian lagi, wong saya aja sudah gagal.

Ada telepon dari mas Ekak, beliau jurusan las yang lolos jadi wakil Indonesia bahwa ada beasiswa di sebuah kampus di Bandung. Tanya sana-sini akhirnya saya buat proposal dan langsung dikirim. Dan gk sampai seminggu saya dinyatakan diterima di Kampus Politeknik Technical Education Development Centre (TEDC) Bandung.

Banyak hikmah tersirat yang Allah berikan kepada saya, walau gagal mewakili Indonesia tapi diganti beasiswa di Bandung. Syukur alhamdulillah..

Related Posts:

Masa SMK, Masa Paling Bahagia

Lama memang sudah tamat SMK, ya mungkin lebih kurang 6 tahun saya sudah lulus dari masa-masa labilnya anak remaja seperti kebanyakan. Tapi tak ada salahnya hanya untuk sekedar mengenang masa-masa dimana perjuangan memang benar-benar syarat untuk memperoleh keberhasilan. Seperti waktu luang, bermain dengan teman, uang dan lain-lain. Semua sudah tak terisisa hanya untuk satu tujuan. Merubah nasib menjadi target yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Seperti sudah menjadi kebiasaan, sehabis Shalat Subuh langsung mandi dan berbenah mempersiapkan semua kelengkapan sekolah. Seperti pakaian, sepatu dan seperangkat buku yang akan digunakan pada hari itu. Tak lupa sebelum berangkat sekolah makan pagi menjadi keharusan bagi saya. Selain itu, mendiang ibu juga biasanya membawakan makan siang (bontot) yang dibungkus menggunakan daun pisang belakang rumah dan lauknya menggunakan plastik putih seperempatan yang diikat dengan karet gelang. Setelah makan, shalat dhuha 2 rakaat menjadi kewajiban rutin yang sampai hari ini masih sering dilakukan. Berharap kepada Allah akan kemurahan rezeki ( kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam menuntut ilmu).

Ketika semua sudah dipastikan ada dan lengkap, saya pun mengeluarkan sepeda ontel peninggalan kakek yang saat itu menjadi kendaraan saya untuk menuju jalur angkot di kampung sebelah. Jarak yang jauh serta waktu pulang sekolah hingga larut malam, tidak memungkinkan saya untuk berjalan kaki. Selain menguras tenaga, di daerah kampung saya juga  masih minim penerangan ( takut hantu). Oleh sebab itu, tak ada rasa malu sedikitpun menggunakan sepeda ontel untuk berangkat dan pulang sekolah. Setelah sampai di kampung sebelah, saya pun menitipkan sepeda tua tersebut di rumah warga yang baik hatinya menjaga sepeda antik  hingga saya pulang kembali. Tanpa biaya dan minta bayaran sedikitpun dari saya. Setelah sepeda ditipkan, saya pun menunggu angkutan umum yang menuju kota Medan yang pada saat itu ongkosnya hanya sekitar 15000 rupiah. Duduk berhimpitan ataupun bergelantungan dipintu angkot menjadi rutinitas yang tidak akan terelakkan.

Dengan menempuh perjalanan lebih kurang 30 menit sampailah saya di jalan Letda Sudjono. Harus berjalan kaki lebih kurang 10 menit lagi barulah saya sampai ke sekolah. Kegiatan yang paling saya sukai di pagi hari yaitu bersih-bersih. Memang dulu agak kesal jika disuruh bersih-bersih, saat itu saya beranggapan kegiatan bersih-bersih hanya membuang waktu dan tidak menambah skill (kemampuan) saya di sekolah. Walaupun kesal, tapi enjoy aja melakukannya. Dan ternyata sekarang baru terasa apa yang dulu saya lakukan, bersih-bersih menanamkan saya orang yang peduli terhadap lingkungan dan membangun karakter diri.

Saya sangat menikmati masa itu, dimana suatu hari saya sampai lupa pulang ke rumah karena asyiknya belajar. Bayangkan, dimana saat itu belum ada alat komunikasi seperti hari ini, saya jam 12 malam masih di sekolah bongkar pasang mesin mobil. Bapak/ibu dirumah pun kelimpungan mencari saya dimana-mana.

Kenikmatan belajar membawa saya menjadi orang yang lumayan berprestasi di tingkat sekolah, kabupaten dan Nasional dengan mengikuti perlombaan Lomba Keterampilan Siswa (LKS). Jalan-jalan untuk menggapai cita-cita yang diinginkanpun seolah-olah sudah terbuka lebar didepan mata.

Mewakili Provinsi Sumatera Utara di Tingkat Nasional 

Tak mudah untuk membuat sejarah, tapi apa boleh buat hidup hanya sekali dan harus ada kebaikan yang terwarisi. Semua butuh perjuangan, semua butuh pengorbanan, dan terkadang terselip rasa sakit hati yang dalam karena sebuah keadaan. 

Related Posts: