Berwirausahalah, walau kamu terlambat kaya

Niat jadi seorang pedagang ataupun pengusaha tak pernah terbesit sedikitpun dalam pemikiran saya pada waktu dulu. Wajar demikian, karena memang saya lahir dari keluarga yang mayoritas sebagai pekerja. Tak sampai hitungan jari daftar keluarga yang jadi pengusaha. Oleh sebab itu yang ada dibenak pikiran setelah tamat sekolah harus bisa bekerja di industri yang benefit.

Nasib berkata beda, sejak masuk ke dunia perkuliahan semuanya berubah. Secara pelan- pelan mindset inipun seakan tidak menerima tentang apa yang dulu saya inginkan. Cita- cita jadi seorang pekerja berubah pelan- pelan menjadi bercita-cita sebagai seorang pengusaha. Saat itu memang saya berada disekeliling orang-orang yang mencari uang dengan berjualan, freelance dan lain-lain, intinya tak ada orang yang jadi pekerja.

Awal merintis usaha pernah saya lakukan ketika kuliah, walau tidak lama tapi sangat membekas hingga kini. Walau untung tidak terlalu besar pada saaat itu, tapi lumayan cukup untuk biaya sehari-hari dan kadang kalau lebih saya juga bisa mengirim uang untuk keluarga di kampung.

Usaha percetakan dirumah
Setelah tamat kuliah, dengan beberapa pertimbangan saya balik ke kampung dan menjadi seorang pegajar di SMK. Syukur dulu waktu kuliah mindset berwirausaha sudah mulai terbangun, dan ketika memulainya dengan yang baru sudah tidak canggung dan malu-malu. Usaha percetakan dirintis didalam rumah dengan modal 1 komputer, dan 2 printer canon dan epson. Walau diurus diluar wakru kerja alhamdulillah hampir riap hari ada yang dikerjakan, seperti cuci cetak photo, buat brosur, print tugas sekolah dan banyak lagi. Mengenai penghasilan, memang tidak banyak tapi sudah lumayan cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan mensekolahkan adik saya. 

Setelah berjalan hampir satu  tahun, akhirnya bisa membangun kios kecil-kecilan didepan rumah. Dengan ini saya coba untuk membangun mindset adik-adik saya tentang berwirausaha. Harapan terbesar saya, kelak semoga kedepan mengajar bukan dijadikan satu-satunya sumber penghasilan. 

Promo yang saya berikan bagi kamu-kamu yang mau nikah

Kalau kamu mau nikah tapi gak cukup modal untuk cetak undangan, ni saya ada promo buat kamu-kamu yang mau nikah. Cetak undangan tanpa DP, dibayar nanti kalau kamu dah selesai resepsi. Gampang kan ? :)

Related Posts:

0 Response to "Berwirausahalah, walau kamu terlambat kaya"

Post a Comment