Diantara 3 Peserta, Hanya 1 Yang Terseleksi Dan Itu Saya

Pengalaman dulu ketika ikut seleksi Asean Skill Kompetition (ASC) yang sangat unik dan menggelitik. Lha emangnya ceritanya gimana ?

Jadi dulu ketika sudah selesai mengikuti perlombaan LKS tingkat Nasional, saya iktu lagi dan terpilih sebagai wakil provinsi Sumatera Utara di ajang Seleksi Nasional Asean Skill Kompetition (ASC). Diajang SELEKNAS saya hanya mendapat juara 4 Nasional, tapi entah mengapa yang juara 1 ternyata mengundurkan diri. Sehingga yang berhak mengikuti masa training selama 1 tahun di jakarta yaitu yang juara 2,3 dan 4. Juara 2 Feri dari bandung, Juara 3 Agung dari jakarta dan juara 4 saya dari Medan. Tak pernah disangka-sangka ternyata saya masuk nominasi tersebut.

Syukur alhamdulillah bisa kesampaian jadi anak rantau di Jakarta selama 1 tahun. Belajar di Industri otomotif dan dikasih uang itu rasanya menyenangkan. Bayangkan, di tahun itu saya perbulan bisa dapat uang 3 juta. Belum lagi kalau 3 bulan sekali kami calon wakil Indonesia diajak outboun di bogor. Kalau mau balik kampung tinggal lapor, besok tiket pulang pergi sudah bisa diambil di kantor kementrian tenaga kerja. Mimpi pun saya belum pernah, karena dulu saya hidup di kampung dan sangat kuper.

Outboun dengan teman-teman seperjuangan 
Sekitar ada 6 ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek)  di Jakarta sebagai tempat kami mempelajari ilmu tentang otomotif. Banyak keuntungan yang bisa di dapat, mulai dari habbits setiap perusahaan yang berbeda-beda, kenalan dengan para ahli otomotif Indonesia dan yang bikin kepala pening yaitu banyaknya tawaran kerja disetiap indutri yang kami masuki. Sampe-sampe ada yang secara memaksa  seandainya kami sudah selesai program ini kami harus kerja di perusahaan tersebut. Oh begitu mudahnya pekerjaan yang selalu menunggu dan menghampiri kami.

Saat training di Toyota Astra Motor
Hari-hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu penguman 2 wakil Indonesia di bidang otomotif. Karena kami bertiga, berarti 1 harus gugur dan pulang kampung. Rasa was-was pun selalu menghampiri dan ketika pengumuman ternyata saya yang dinyatakan gagal untuk mewakili Indonesia. Sedih campur aduk jadi satu... cuman hanya ada satu kata saat itu, pak besok saya langsung pulang ke Medan. Lha abis mau ngapaian lagi, wong saya aja sudah gagal.

Ada telepon dari mas Ekak, beliau jurusan las yang lolos jadi wakil Indonesia bahwa ada beasiswa di sebuah kampus di Bandung. Tanya sana-sini akhirnya saya buat proposal dan langsung dikirim. Dan gk sampai seminggu saya dinyatakan diterima di Kampus Politeknik Technical Education Development Centre (TEDC) Bandung.

Banyak hikmah tersirat yang Allah berikan kepada saya, walau gagal mewakili Indonesia tapi diganti beasiswa di Bandung. Syukur alhamdulillah..

Related Posts:

0 Response to "Diantara 3 Peserta, Hanya 1 Yang Terseleksi Dan Itu Saya"

Post a Comment